Kamis, 19 April 2012

catatan tentang lensa SLR kamera digital

Berdasarkan Focal length-nya lensa kamera terbagi atas:
  1. Lensa tradisional/ Lensa primer, lensa normal atau lensa primer misalnya lensa 50mm, digunakan untuk untuk benda-benda berukuran sedang dalam keadaan cahaya yang pas-pasan. disebut lensa normal jika memiliki panjang fokal (focal length) yang setara dengan diagonal gambar yang diproyeksikan kedalam kamera. pada format 35mm dimensi yang diproyeksikan kedalam kamera adalah 24x36mm, sehingga diagonal gambar tersebut adalah 43,27mm atau setara dengan 50mm. keunggulan lensa primer ini adalah: a. memiliki bukaan diafragma maksimum yang lebih besar daripada lensa jenis lain. b. karena bukaaan diafragma yang maksimum, kamera dapat merekam lebih banyak cahaya dan menghasilkan warna yang lebih kaya. c. ruang tajam (Depth of Field / DOF) yang pendek, sehingga dapat menghasilkan latar belakang yang blur.
    Prime lens
  2. Lensa sudut lebar/wide angle lens, misalnya lensa 16-35mm.digunakan untuk memotret ruang sempit atau obyek secara utuh ketika dekat dengan pemotret dengan distorsi yang tinggi. Hati-hati saat menggunakan lensa sudut lebar untuk memotret wajah dalam jarak dekat, distorsi yang dibuat oleh lensa akan membuat wajah model bentuknya tidak wajar. Efek dapat efektif dan berguna dalam beberapa situasi dimana tetapi teknik yang harus digunakan dengan hati-hati.
    Wide angle lens
  3. Lensa zoom misalnya 2x zoom, 3x zoom hingga 12xzoom.didesain untuk memiliki beberapa sudut pandang yang berbeda misalnya 2x(28-70m), 3x(70-200mm), 10x(35-350mm) hingga 12x zoom. Ada beberapa lensa zoom merupakan lensa telephoto (220-440mm), wide-angle (10-20mm) dan kategaori terakhir adalah wide-angle hingga telephoto seperti lensa 28-200m dan 35-3500mm, yang sering dianggap sebagai lensa normal untuk berbagai kondisi yang menggantikan lensa primer.mengingat kualitas lensa zoom, banyak fotografer yang lebih memilih 2x zoom dan 3x zoom.
    Zoom lens
  4. Lensa makro / macro lens, misalnya lensa 50mm macro. lensa makro atau makro adalah lensa kamera yang mempunyai jarak focus yang dekat dengan obyek, digunakan untuk memotret obyek-obyek yang kecil. saat ini banyak lensa makro modern punya fokus yang tak terbatas seperti lensa makro yang cocok fotografi potret, jadi tidak hanya digunakan untuk jenis fotografi makro saja.
    Macro lens
  5. Lensa telephoto, lensa yang umunya dipakai paparazzi atau wartawan olahraga karena kemampuannya "menangkap" gambar yang relatif jauh dengan tanpa distorsi.misalnya: lensa telephoto normal (85mm, 100mm, 135mm), lensa zoom telephoto (28-300mm, 55-200mm, 70-200mm, 70-300mm, 90-300mm, 100-300mm), lensa super telephoto (300mm, 400mm, 600mm).
    Telephoto lens
  6. Lensa mata ikan/fish-eye, misalnya lensa 8mm FE, 10mm FE, 15mm FE, 16mm FE. lensa kamera wide-angle yang mempunyai sudut pandang ekstrem hingga lebih dari 100 derajat, bahkan melebihi sudut 180 derajat dan mempunyai distorsi yang tinggi sehingga fokus gambar tidak diperlukan lagi. umumnya digunakan untuk melihat muka langit atau bumi yang luas.
    Fish eye lens
  7. Lensa dongak-geser / Tilt-shift lenses, yang lazim di fotografi arsitektur digunakan untuk menghindari distorsi sudut lensa lebar yang tercipta akibat fokus diseluruh bangunan. lensa dongak-geser mempunyai fitur yang lebih baik daripada hanya memperbaiki distorsi, mereka juga memberikan fotografer total kontrol atas fokus dan kedalaman lapangan (depth of field/DOF). Lensa ini juga dapat membuat foto terlihat agak janggal dimana bidang kedalaman terlihat "tidak wajar" dan seluruh adegan seperti foto tampak seperrti sebuah miniatur.
    Tilt shift lens

Kalau risau dengan jarak fokus benda agar gambar kelihatan tajam, gunakan saja lensa telephoto.
Namun secara pribadi akan merekomendasikan setiap orang untuk membeli lensa  primer 50mm, bahkan bila Anda sudah memiliki lensa zoom yang meliputi semua panjang focal. Lensa 50mm yang ada di pasaran saat ini sangat murah mengingat kualitas optiknya.
Crop factor
Ada perbedaan sensor antara lensa full frame seperti pada kamera film dan lensa kamera digital yang bersensor kurang dari sensor film yang berukuran 24x36 mm. Sebagian besar lebih kecil daripada sensor kamera full frame film 35mm, hal ini berakibat hasil foto pada kamera DSLR non full frame akan kelihatan menciut atau lebih sempit daripada bila kita memakai lensa full frame, hal inilah yang disebut crop factor, Umumnya nilai crop factor sekitar ataua perbandingan antara lensa full frame dibandingkan dengan kamera non full frame adalah : 1,5 hingga 1,6 kali, artinya ukuran lensa efektif pada pada kamera DSLR tersebut adalah 1,5kali ukuran aslinya.
misalnya lensa 28mm jika digunakan pada kamera DSLR non full frame akan menghasilkan sudut pandang 42mm dan lensa 35mm akan menghasilkan sudut pandang 52.5mm.

Kecepatan lensa
Kecepatan Lensa tergantung dari f stop-nya, yang juga berlaku pada setting aperture-nya, lensa yang lebih cepat biasanya juga lebih berat dan tentu lebih mahal.

Berapa fitur andalan yang ada pada beberapa lensa:
  • Vibration Reduction: atau fitur ‘vibration reduction’ adalah fitur yang membuat gambar tetap tajam dalam cahaya yang sedikit dengan meminimalkan cara getaran atau goyangan pada kamera, sebaiknya dilengkapi dengan fitur ini.
  • USM: kepanjangan dari Ultra Sonic Motor, Fitur pada lensa Canon ini memberi anda auto fokus dengan kecepatan tinggi dengan motor yang hampir tak bergetar, sehingga anda tidak mengganggu orang sekitar saat membidik gambar. Fitur yang hampir mirip dipunyai oleh lensa Olympus dengan Supersonic Wave Drive (SWD), Supersonic Drive Motor (SDM) pada lensa Pentax, atau Super Sonic Motor (SSM) pada lensa Carl-Zeiss Vario Sonnar.
  • IS: kepanjangan dari Image Stabilizer,  Fitur yang berfungsi memiminimalkan bahkan menghilangkan gambar yang kabur karena goyangan pada kamera dengan bantuan accelerometer.
  • Filter Thread: Semacam bayonet lensa yang siap untuk dipasangi Filter dengan cepat, semisal CPL.
Jenis-jenis dan Macam-macam  Lensa Canon
  • EF : Lensa dengan fokus elektronik yang dapat digunakan pada semua kamera digital slr Canon EOS. EF memiliki auto fokus yg digerakkan oleh sebuah electro motor yang terintegrasi pada bodi lensa. Semua kontak antara Lensa dan bodi kamera dikendalikan secara elektrik, sama sekali tidak ada kontak mekanis antara lensa dan bodi kamera
  • EF-S : EF lens dengan mounting dibuat untuk kamera Canon DSLR dengan APS-C sized image sensor.  
  •  L Series Lenses;  Lensa ini bisa dikenali dengan lingkaran merah di sekeliling bagian depan depan lensa, yaitu Lensa-lensa terbaik dan termahal dari jajaran lensa kamera Canon yang memiliki performa optical yang superior karena dibuat dengan konstruksi yang solid, sehingga tahan dipakai secara intensif, dalam jangka waktu yang lama dan dalam kondisi apa pun. 

Sabtu, 14 April 2012

Tips: Upgrade Memory Pada Notebook

Saat ini notebook/laptop menjadi primadona pengguna komputer. Selain bentuknya yang sederhana dan mudah dibawa-bawa, notebook juga dibeli orang atas alasan status. Terlepas dari itu, beberapa orang pengguna notebook sering mengeluh akibat kurangnya kinerja pada notebook mereka. Sehingga, sering kali mereka harus menunggu lama saat membuka aplikasi yang diperlukan. Solusi paling mudah untuk mengatasi masalah kinerja ini adalah upgrade!

Pada dasarnya notebook memiliki komponen-komponen yang sudah menyatu semuanya. Tidak semua komponen pada notebook dapat di upgrade. Umumnya, saat pengguna membeli notebook, komponen yang pertama-tama akan di upgrade adalah memori. Harga sekeping memori SODIMM relatif murah untuk saat ini.

Satu hal yang perlu Anda ingat, jangan meng-upgrade memori lebih dari kemampuan baca sistem operasinya. Untuk sistem operasi Windows 32 bit, memori maksimal yang dapat dibaca hanya sampai dengan 3 GB. Untuk sistem operasi Windows 64 bit, memori yang dibaca lebih dari 3 GB.

Pada artikel ini, kami akan mencoba memberikan gambaran bila Anda membeli sebuah notebook dengan memori 2GB lalu diupgrade ke 4GB dan menggunakan sistem operasi Windows 7 64Bit. Untuk memberikan gambaran angka tersebut, kami menggunakan sebuah notebook yang menggunakan memori SODIMM DDR3 yang mempunyai 2 slot memori di dalamnya. Kemudian, kami melakukan benchmark menggunakan Sysmark 2007 untuk melihat kinerjanya. Kami juga menguji menggunakan MobileMark 2007 untuk melihat apakah penambahan memori akan menambah beban daya.

Satu hal yang harus Anda ingat, bila Anda melakukan upgrade memori sendiri, Anda harus merobek segel. Hal ini berarti garansi dari notebook tersebut dapat hilang. Jadi, lebih baik Anda melakukan upgrade di toko tempat Anda membeli notebook tersebut.

spesifikasi memory Kingston HyperX DDR3
spesifikasi memory Kingston HyperX DDR3

Platform Pengujian

Berikut ini platform pengujian yang kami gunakan adalah:


spesifikasi pengujian notebook

Pengujian SysMark 2007

Penambahan memori dari 2GB ke 4GB ternyata mampu mendongkrak kinerja notebook tersebut sebanyak 2 point. Hasil tersebut sebenarnya tidaklah terlalu tinggi, tetapi dalam pemakaian sehari-hari, kami merasakan bahwa loading Windows, dan aplikasi lebih responsif, dan berjalan lebih cepat dari biasanya. Hal tersebut akan menambah kenyamanan Anda ketika menggunakan notebook tersebut.

Pengujian MobileMark 2007


Penambahan satu keping memori SODIMM DDR3 ternyata juga menambah beban bagi baterai, sehingga daya tahan baterai menurun. Namun, menurut kami hal tersebut tidaklah menjadi masalah. Bila daya tahan hidup notebook Anda berkurang hanya beberapa menit, pengurangan tersebut menurut kami masih sebanding dengan peningkatan kinerja notebook karena melakukan upgrade memori.

Kesimpulan

Penambahan memory SODIMM sebesar 2GB menjadi 4GB mampu mendongkrak kinerja sebuah notebook menjadi lebih cepat. Keuntungan lainnya adalah aplikasi dan sistem operasi (dalam hal ini Windows) akan lebih cepat melakukan berbagai perintah yang kita lakukan. Walaupun daya tahan baterai menurun beberapa menit, hal  ini tidak akan terlalu mengganggu.
Selain melakukan upgrade memory, Anda dapat melakukan upgrade storage untuk membuat notebook Anda semakin berkinerja. Selamat meng-upgrade notebook.

Sumber : Jagat Review

AMD FX-8150 vs Intel Core i7 2600K: Duel Prosesor Enthusiast

Di kelas enthusiast, AMD menghadirkan prosesor FX-8150. Prosesor ini berhasil menggemparkan dunia saat berhasil memecahkan rekor kecepatan tertinggi (overclock). Bagaimana performa standarnya jika dibandingkan dengan Intel Core i7 2600K yang merupakan andalan platform Sandy Bridge? Simak ulasannya di artikel berikut ini!


Pertarungan kedua Processor AMD FX-8150 dan Intel Core i7 2600K memiliki spesifikasi yang serupa. Dari sisi AMD terlihat kecepatan standarnya sedikit (hanya 200 MHz) lebih tinggi. Jumlah core memang terpaut cukup jauh (4 untuk Intel dan 8 untuk AMD). Akan tetapi, melihat efisiensi dan hakikat core yang diklaim AMD, kemungkinan besar pertarungan ini akan menjadi cukup seru.
Harga kedua prosesor ini relatif sama. Keduanya memiliki harga sedikit di bawah 3 juta rupiah. AMD FX-8150 ada kemungkinan bisa diperoleh dengan harga sedikit lebih murah. Setidaknya, dari harga online yang kami pantau menunjukkan bahwa harga AMD FX-8150 memang sedikit (sekitar 5%-10%) lebih murah. Akan tetapi, dengan kehadiran Core i7-2700K, ada kemungkinan harga seri 2600K akan sedikit bergeser turun di tahun 2012.

Berhubung kondisi pengujian adalah kecepatan standar, dan kami menggunakan VGA discrete (tambahan), performa Core i7-2600K menjadi sama dengan Core i7-2600 yang harga sekitar US$ 30 lebih murah dari versi K. Oleh sebab itu, Anda bisa juga melihat perbandingan ini sebagai duel antara AMD FX-8150 dengan Core i7-2600.


Platform Pengujian

Prosesor
Intel Core i7 2600K
AMD FX-8150

Motherboard
MSI Z68A-GD80
ASUS Crosshair V Formula

Memory
2x Kingston KHX1600C9D381K2/4GX

Graphic Card
NVIDIA GTX 560 ti

Power Supply
CoolerMaster 800 Watt Silent Pro Gold

Catatan Penting: OS yang kami gunakan adalah Windows 7 64-bit. Kami tidak/belum menggunakan patch untuk kompatibilitas dengan AMD FX terbaru karena pada saat pengujian dilakukan, Microsoft menarik kembali “patch” tersebut. OS Windows 7 dipilih karena ini adalah jenis OS yang digunakan oleh (paling) banyak pengguna PC saat ini. Kami sengaja memilih Windows dan bukan Linux, karena Linux kami anggap belum bisa menjadi basis tolok ukur benchmark yang obyektif untuk menggambarkan kemampuan kedua prosesor ini dan benefit langsung keduanya untuk pengguna secara luas.

Pengujian

MS Excel (Montecarlo Test)



Pengujian dengan menggunakan Microsoft Excel ini menghasilkan skor yang cukup jauh berbeda. Akan tetapi, aplikasi ini memang belum benar-benar memanfaatkan core dalam jumlah banyak. Jadi, efisiensi tiap core Sandy Bridge menjadi faktor dominan di sini.

7Zip



Pengujian dengan software 7Zip ini dilakukan dengan pilihan pengerjaan jumlah thread yang berbeda. Terlihat bahwa AMD FX-8150 mampu mendekati performa Core i7 2600K saat pengujian dengan 8 thread dijalankan. Ini berarti masih ada harapan bagi platform AMD FX untuk bertarung dengan Core i7 2600K, setidaknya pada pengujian yang secara konstan menggunakan 8 thread.

Winzip 15 (Non AES)



Software kompresi lainnya yang kami uji adalah Winzip 15. Pengujian non-AES dipilih karena pengujian AES umumnya akan menguntungkan Intel saja (karena memiliki ekstensi AES). Sayang sekali, meski tanpa ekstensi AES, AMD FX masih belum sanggup bersaing dengan i7 2600K.

Photoshop



Cukup berbeda dengan hasi pengujian AMD FX-4100 vs Core i3 2100, pengujian kali ini menunjukkan perbedaan yang cukup jauh. Core i7 2600K tampil cukup meyakinkan dalam menyelesaikan pengujian Photoshop.

Blender



Pengujian dengan software Blender sekali lagi menunjukkan bahwa performa AMD FX-8150 masih tertinggal, meski kali ini tidak terlalu jauh.

FastStone



Software konversi gambar ini menampilkan Intel Core i7 2600K sebagai pemenang mutlak. Tampaknya AMD FX-8150 agak susah bersaing saat aplikasinya memang tidak terlalu membutuhkan banyak thread.

Cinebench



Meski harus mengakui keunggulan Core i7 2600K, performa AMD FX-8150 tertinggal tidak terlalu jauh. Sungguh sayang, sebab kami sebenarnya berharap FX-8150 bisa bersaing lebih ketat di aplikasi ini.

GAMING Performance

Left4Dead, Indoor dan Outdoor test




Resident Evil 5, DX10


Lost Planet 2, DX9 dan DX11





Di sini terlihat bahwa performa AMD FX-8150 tidak terpaut jauh saat DirectX 11 digunakan. Hal ini tentunya disebabkan karena pada game DirectX 11, GPU akan menerima pengalihan “beban” yang cukup signifikan.

3Dmark Vantage



Pengujian teoritis ini menunjukkan bahwa Core i7 2600K lebih unggul dibandingkan AMD FX-8150. Perbedaan yang cukup telak tampil di hasil uji ini.

3Dmark 11



Hasil uji software benchmark game sintetis terbaru ini menunjukkan bahwa performa kedua platform ini nyaris tidak berbeda. Hanya saja, dari sisi physics score, i7-2600K terlihat jauh lebih unggul.

Analisis

Membandingkan dua prosesor yang siap di-overclock di dalam kondisi standar memang terlihat kurang fair. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sangat sedikit pengguna umum yang melakukan overclocking? Jadi, hasil pengujian ini akan mencerminkan apa yang terjadi saat seseorang membeli kedua prosesor yang diuji ini dan menginstalasikannya pada sebuah sistem dalam kondisi default.
Performa software umum menunjukkan bahwa AMD FX-8150 hanya bisa mendekati performa Core i7 2600K saat software yang digunakan bisa memanfaatkan 8 thread. Pada software biasa lainnya, nyaris bisa dipastikan Core i7 2600K akan unggul.
Performa gaming biasanya menunjukkan perbedaan tipis antara platform AMD dan Intel. Sayangnya, kali ini hal itu tidak terjadi. Intel Core i7 2600K dengan efisiensi per core yang sangat baik tampak berhasil memperoleh skor yang lebih baik untuk urusan gaming.
Overclocking dipastikan akan membuat perbedaan yang cukup signifikan. Hanya saja, overclocking dengan HSF atau waterblock biasa saja kemungkinan besar tetap belum bisa membawa AMD FX-8150 ke level yang lebih tinggi dibandingkan Core i7 2600K. Prosesor AMD FX-8150 baru akan tampil unggul apabila Anda sudah menggunakan LN2 (Liquid Nitrogen) dan mengejar kecepatan di kisaran 6.5 GHz – 7.0 Ghz (atau lebih).

KESIMPULAN

Berbeda dengan perbandingan sebelumnya, agak susah bagi kami untuk menyarankan AMD FX-8150 apabila pilihan alternatifnya adalah Core i7 2600K. Keduanya memiliki multiplier terbuka dan siap untuk di-overclock. Performa efisiensi tiap core pada Core i7 2600K terlihat terlalu perkasa. Untuk kondisi standar dan overclocking ringan, Core i7 2600K adalah pemenangnya.
Akan tetapi, prosesor  AMD ini tetap membuat kami terkesan. AMD FX-8150 termasuk ke dalam jajaran prosesor yang membuat overclocking menjadi asik dan seru! Ada orang yang membeli mobil balap untuk langsung dipacu kencang dan ada orang yang akan membeli mobil yang berpotensi untuk dimodifikasi, untuk “dioprek” agar bisa berlari sekencang mobil balap. Apabila Anda memerlakukan PC seperti orang kedua dalam contoh tadi, AMD FX-8150 adalah pilihannya. Limit overclock Anda adalah di kisaran 7 GHz atau bahkan lebih!

Sumber : JagatRiview

Tips: Upgrade atau Beli Notebook Baru?


By:BIMANTO

Kali ini, kami akan mencoba menjawab pertanyaan yang ada di judul artikel ini, upgrade atau beli notebook baru? Bagaimana tidak, saat ini notebook berkembang dengan sangat pesatnya dalam segi prosesor. Hampir setiap tahun Intel memperkenalkan platform baru. Jika diingat-ingat, Intel Core i Arrandale hanya bertahan setahun dan takhtanya digantikan oleh Sandy Bridge. Dalam waktu dekat pun, posisi Sandy Bridge akan segera diambil alih oleh Ivy Bridge. Setiap pergantian platform, kinerja yang ditawarkan naik sekitar 20 – 30 persen. Hal ini membuat notebook lama Anda terasa kurang dapat memberikan kinerja bila dibandingkan dengan platform baru.

Setelah hampir dua tahun Anda menggunakan notebook, mungkin Anda akan berpikir untuk membeli sebuah unit notebook dengan alasan mencari kinerja yang lebih baik. Tetapi tunggu dulu, bagaimana bila Anda upgrade saja notebok lama Anda sehingga kinerjanya dapat melebihi kinerja notebook baru dengan dana yang hampir sama yang harus Anda keluarkan untuk membeli unit baru? Bagaimana bila Anda mengganti storage hard disk dengan SSD, apakah kinerjanya akan meningkat dengan signifikan? Kita akan lihat pada hasil benchmark di bawah ini.


Pada test ini, kami akan menggunakan notebook MSI tipe FX400 dengan prosesor Intel Core i5 450M, memori SODIMM DDR3 2GB, hard disk 500GB SATA, dan graphics card NVIDIA GeForce 325M 1GB yang telah berumur hampir 2 tahun. Notebook ini kami gunakan sehari-hari untuk menghasilkan review di JagatReview. Nantinya kami akan menjalankan beberapa test benchmark, lalu kami akan meng-upgrade storage dengan menggunakan storage SSD Intel 520 SATA dengan kapasitas 240GB dengan chipset Sandforce 2.

Kedua storage ini akan menjalani benchmark atau test yang sama untuk mendapatkan hasil yang dapat dibandingkan. Kenapa kami hanya melakukan upgrade pada storage? Penambahan memori (misalnya dari 2GB ke 4GB atau 8GB ) tidak terlalu memberikan peningkatan kinerja yang tinggi, hal ini sudah terbukti dari artikel kami sebelumnya “Upgrade Memory Pada Notebook”. Sebelumnya kami juga sempat melakukan test dengan upgrade SSD tetapi masih menggunakan SSD generasi pertama yang belum menggunakan chipset Sandforce pada artikel “Keuntungan Upgrade Hard Disk Notebook”.

Sysmark 2007

Pada test menggunakan Sysmark 2007, benchmark ini akan menjalankan aplikasi seperti:
  • Adobe® After Effects® 7
  • Adobe® Illustrator® CS2
  • Adobe® Photoshop® CS2
  • AutoDesk® 3ds Max® 8
  • Macromedia® Flash 8
  • Microsoft® Excel 2003
  • Microsoft® Outlook 2003
  • Microsoft® PowerPoint 2003
  • Microsoft® Word 2003
  • Microsoft® Project 2003
  • Microsoft® Windows Media™ Encoder 9 series
  • Sony® Vegas 7
  • SketchUp 5
  • WinZip® 10.0
Seluruh aplikasi secara bergantian akan menjalankan aplikasi ini secara otomatis, menjalankan berbagai pekerjaan sesuai dengan lingkup kerja dan kegunaannya. Pada akhir test, Anda akan disuguhkan berbagai angka yang akan menunjukkan kinerja dari sebuah sistem notebook atau desktop.



Pada hasil di atas, Anda dapat melihat bagaimana kinerja yang ditawarkan ketika menggunakan hard disk dan SSD. Pergantian storage dengan SSD meningkatkan kinerja hingga 30 persen lebih secara keseluruhan (preview rating). Kinerja dengan angka 180 pada Sysmark 2007 merupakan angka yang dapat dicapai oleh prosesor Intel Core i5 2430 Sandy Bridge ke atas. Semakin tinggi poinnya semakin baik.

Startup Windows7

Pada pengujian startup Windows7 ini, kami menghitung mulai dari kami menekan tombol on hingga notebook menyala dan menampilkan aplikasi Microsoft Office 2010 Word dan Excel. Untuk menghitungnya, kami menggunakan stopwatch. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.


Penggantian storage dari hard disk dengan SSD ternyata mempercepat startup windows hingga 50 persen lebih, sehingga Anda dapat dengan cepat menyalakan Windows. Hal ini sebenarnya telah kami buktikan beberapa waktu lalu pada artikel “Perbandingan Start Up Hard Disk Vs SSD di Notebook”

Test Adobe PhotoShop CS5

Photoshop CS5 merupakan aplikasi editing gambar yang begitu populer dan banyak digunakan user. Kami mengujinya menggunakan Action bernama Photoshop Speed Test yang telah sedikit kami modifikasi untuk lebih mencerminkan operasi-operasi yang biasa dilakukan apabila bekerja dengan Photoshop. Aplikasi ini menekankan kepada kinerja prosesor dan memory yang baik. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.



Hasil yang didapat pada test menggunakan Adobe Photoshop CS5 dalam mengolah gambar menunjukkan bahwa SSD dapat melakukan pekerjaan ini dengan sangat cepat sekali dibandingkan dengan menggunakan hard disk. Pekerjaan pengolahan gambar dapat dengan cepat sekali selesai, hingga 600 persen lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan hard disk.

Loading Game Lost Planet 2



Loading sebuah game juga menjadi cepat, hal ini sangat menyenangkan karena Anda tidak akan berlama-lama menunggu loading game, mulai dari Anda klik start hingga bermain di dalam game untuk membunuh lawan Anda. Dengan menggunakan SSD, loading game menjadi lebih cepat 100 persen.

Kesimpulan : SSD meningkatkan kinerja secara signifikan

Ternyata penggantian storage dari hard disk ke SSD dapat meningkatkan kinerja sebuah notebook dengan sangat signifikan. Pasti Anda akan berkata SSD masih mahal, lebih baik upgrade notebook. Ada benarnya ada salahnya, apakah dengan mengganti notebook baru, Anda akan mendapatkan kinerja yang sama dengan ketika Anda menggunakan SSD. Anda mungkin dapat mencapai nilai Sysmark 2007 dengan prosesor yang lebih tinggi, tetapi Anda tidak akan dapat menyamakan waktu startup Windows 7, kecepatan pengolahan gambar dengan Adobe Photoshop CS5, dan loading game.
Harga sebuah SSD saat ini mulai terjangkau, memang kapasitas yang ditawarkan masih belum dapat menyamai kapasitas hard disk. Namun, Anda mempunyai banyak keuntungan dengan upgrade tersebut selain kinerja yang tinggi, SSD mempunyai kelebihan lebih kuat terhadap getaran atau goncangan.
Satu solusi yang cukup menarik adalah kami menemukan sebuah module optical drive yang dapat Anda isi dengan hard disk, Anda tinggal mencabut optical drive yang saat ini kami rasa mulai jarang digunakan dengan module ini. Masalah kapasitas storage telah terpecahkan, Anda tinggal menggunakan SSD sebagai primary storage untuk menjalankan sistem operasi dan hard disk lama Anda masukkan dalam module ini sebagai secondary storage untuk menyimpan data, atau Anda dapat membeli casing external untuk hard disk Anda. Jadi, upgrade atau beli notebook yang baru? Keputusan selalu ada di tangan Anda!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More